Aneka Macam Produk Souvenir Dengan Harga Murah Untuk Berbagai Keperluan Pernikahan Ulang Tahun Maupun Pesta Tips dan Trik Seputar Komputer dan Jaringan, Software, Esetnod32, Seputar Blogspot Juga Ada

Dampak Negativ dan Bayaha dari Sering Memangku Laptop

Share on :
Para pria yang sering meletakkan laptop (komputer jinjing) di pangkuannya selama berjam-jam tiap hari, beresiko menjadi mandul dan tidak bisa menjadi seorang ayah, ih Serem benar gk ya?? baca dech Dampak Negativ dan Bayaha dari Sering memangku Laptop. . .



Sebuah penelitian terhadap 29 pria menunjukkan bahwa kombinasi antara posisi kaki seseorang saat memangku laptop, dan panas yang ditimbulkan prosesor dalam mesin itu, meningkatkan suhu buah zakar hingga 2,8 derajat Celcius. Yefim Sheynkin, pimpinan peneliti dari State University of New York di Stony Brook, AS, berencana menyelidiki apakah panas laptop itu akan mempengaruhi kualitas dan kesuburan sperma para pemakai laptop yang biasa memangku komputer jinjingnya itu.
Sesungguhnya hubungan antara peningkatan suhu buah zakar dan tingkat kesuburan yang rendah sudah sering dituliskan. Umumnya disebutkan bahwa dampak suhu tinggi terhadap kualitas sperma bersifat sementara, sehingga para calon ayah dianjurkan untuk tidak berendam di air panas, mandi sauna, atau memakai celana dalam ketat dan hangat bila mereka sedang merencanakan ingin memiliki anak dengan pasangannya.
Namun Sheynkin mengatakan, penelitiannya menunjukkan penggunaan laptop terus menerus dengan memangkunya juga akan menjadi faktor resiko terhadap kesuburan seseorang, dan mungkin sifatnya tidak sementara. "Hal yang unik berkaitan dengan penggunaan laptop ini adalah bahwa ia tidak digunakan dalam jangka pendek atau peristiwa tertentu saja, namun berulang-ulang dengan panas yang sama, beberapa jam sehari selama bertahun-tahun."
"Hal itu sepertinya wajar saja, tetapi tak seorangpun berpikir mengenai dampak komputer panas bagi kesuburan mereka," kata Marc Goldstein, peneliti kesuburan dari Cornell University Weill Medical College di New York City. "Ini bakal menjadi topik yang panas."
Penelitian menunjukkan sebuah laptop bisa menghasilkan suhu internal hingga 70 derajat Celcius. Di bagian luar yang bersentuhan dengan pengguna, suhu itu sudah jauh lebih rendah. Namun bila berada terus menerus di sekitar buah zakar, tak pelak lagi akan ada dampaknya, ungkap para peneliti.
Guna mengetahui dampak itu secara lebih pasti, Sheynkin berencana melakukan eksperimen terkendali dimana pria-pria sukarelawan berusia 21 hingga 35 tahun diminta untuk duduk dalam posisi seolah memangku laptop selama satu jam. Sensor-sensor elektronik akan memantau buah zakar kiri dan kanan mereka dan mengukur perubahan suhu tiap tiga menit.
Meskipun tanpa laptop di atasnya, panas tubuh akibat posisi paha berhimpit akan menaikkan suhu buah zakar hingga 2,1 derajat Celcius. Ditambah keberadaan laptop, suhu tiu bisa naik lagi 0,7 derajat Celcius.
Penelitian sebelumnya mengatakan kenaikan suhu sebesar itu cukup untuk mempengaruhi kualitas dan kesuburan sperma. Sejauh mana pengaruh itu, Sheynkin berniat menelitinya. Nah, sambil menunggu hasil penelitian muncul, ada baiknya kita mengubah kebiasaan kita mengoperasikan laptop dari pangkuan. Siapa tahu panas yang ditimbulkan membuat sperma kita tidak lagi gagah perkasa. (newscietist.com/wsn)

Ada juga yang meneliti dan berpendapat tentang Dampak Negativ dan Bayaha dari Sering memangku Laptop

Toasted skin syndrome
Menurut hasil penelitian yang telah dilaporkan pada sebuah jurnal kesehatan terbitan Inggris beberapa waktu lalu, ternyata keseringan memangku laptop dapat menyebabkan toasted skin syndrome . Kerusakan bekas atau tanda di area sekitar paha yang banyak digunakan sebagai tumpuan. Hal ini terjadi akibat paparan panas dalam jangka waktu lama. Tandanya berupa timbulnya bintik-bintik pada jaringan pigmen kulit terluar (epidermis). Menurut dr. Afriyanti Sandy, MARS, Toasted skin syndrome ini masih tergolong pada jenis luka bakar ringan. Lama kelamaan kulit yang terbakar tersebut menjadi kering pada saat penyembuhan dan bisa saja terjadi hiperpigmentasi dan pada akhirnya kulit akan menjadi coklat kehitaman. Menurutnya luka bakar akibat panas yang dihasilkan prosesor dari laptop itu tak ubahnya seperti luka bakar akibat terpapar sinar matahari terik (sun burn). Kerusakan yang dialami hanya pada tingkat epidermis saja. Efek sampingnya bisa disebut lebih mengarah ke arah kosmetik. Tidak diperlukan pengobatan yang intensif terhadap luka bakar ini, cukup diberi salep maupun dengan tindakan immediate cooling  (menyiramkan air mengalir dari keran). Waktu penyembuhan lebih kurang 7 hari,  ebiasaan memangku laptop ini hendaknya jangan dilakukan lagi. Toasted skin ini biasanya diperparah oleh kebiasaan memakai celana berbahan tebal seperti jeans saat memangku laptop. Panas yang seharusnya dilepas malah terperangkap atau terjebak

Menyebabkan Kanker Kulit 

Seperti yang dilansir oleh jurnal Pediatrics, toasted skin syndrome bisa memicu timbulnya kanker kulit pada beberapa kasus tertentu. Bila luka bakar ringan tersebut dibiarkan begitu saja dapat menyebabkan iritasi kronis. Oleh karena itu jangan pernah menganggap remeh luka sebesar apapun. Semua iritasi kronis dapat memicu perubahan sel pada tempat luka bakar tersebut timbul. Perubahan sl ini bisa saja mengarah pada pembentukan kanker kulit. Karena kanker sendiri merupakan sel-sel yang bermutasi. Faktor munculnya mutasi tersebut antara lainoleh iritasi atau eksposure bahan dari luar semisal panas terik matahari, bahan kimia, obat-obatan yang terus-menerus. Muncul tidaknya kanker semua berpulang pada faktor pemicunya. Nah, iritasi kronik atau paparan panas yang sering terjadi berulang dapat memicu terjadinya kanker kulit dalam hal ini.
Untuk menghindari berbagai penyakit diatas hendaknya saat memangku laptop menggunakan alas, misalnya saja bantal laptop. Jangka waktu pemakain laptop juga sangat penting.

thanks semoga bermanfaat

Artikel Terkait



0 komentar on Dampak Negativ dan Bayaha dari Sering Memangku Laptop :

Post a Comment and Don't Spam!

 
Link Banner